Categories
Parenting

Apa Yang Dilakukan Dokter?

Sebagai gambaran, ini beberapa tindakan yang dilakukan dokter gigi terkait masalah pada gigi yang dialami mamil. • MENGATASI GIGI BERLUBANG. Gigi yang berlubang berpotensi menjadi tempat tinggal kuman dan bakteri serta menimbulkan nyeri. Oleh karena itu, gigi perlu ditutup untuk mencegah timbulnya masalah lain pada gigi dan gusi. Pertama-tama, dokter akan membersihkan gigi, memberikan penghilang rasa sakit pada area gigi yang berlubang, lalu menutupnya.

Baca juga : Kerja di Jerman

Semua tindakan ini aman dan selama Mama tidak stres, maka tidak akan memengaruhi kandungan. Jika Mama merasa nyeri akibat gigi berlubang tak kunjung mereda, dokter dapat meresepkan obat pereda nyeri khusus yang aman dikonsumsi oleh mamil. Sementara penambalan gigi secara permanen akan dilakukan oleh dokter saat kehamilan Mama memasuki trimester kedua, setelah fase pembentukan organ vital janin terlewati. • MENCABUT GIGI. Dokter gigi akan menghindari melakukan pencabutan gigi di trimester pertama agar tidak membahayakan proses pertumbuhan organ-organ vital janin.

Pasalnya, setiap tindakan pencabutan gigi diawali dengan pemberian obat anestesi kepada pasien. Obat ini pasti akan masuk ke peredaran darah dan bisa menyebar sampai ke dalam kandungan. Selain itu, banyak orang ketakutan ataupun stres saat akan menjalani pencabutan gigi. Bila ini dirasakan oleh mamil, maka tubuhnya akan mengeluarkan hormon prostaglandin yang dapat memicu kontraksi dan berakibat pada keluarnya janin atau keguguran. Jika kondisi gigi mamil benar-benar sudah parah, dokter akan memberikan pengobatan paling aman untuk meredam rasa sakit serta melindunginya dari risiko infeksi.

Pencabutan gigi baru dapat dilakukan setelah Mama menjalani persalinan. Akan tetapi, seandainya pencabutan harus dilakukan secepat mungkin, dokter akan menunggu sampai akhir masa trimester ketiga karena di saat itu janin sudah cukup umur dan siap dilahirkan. • PERAWATAN SALURAN AKAR. Perawatan saluran akar atau root canal dilakukan untuk mengatasi gigi patah atau berlubang tanpa mencabut gigi. Tindakan ini aman bagi mamil, karena dokter tidak menggunakan obat suntik saat mematikan saraf. Obat yang dipakai untuk menutup gigi pun tidak akan masuk ke peredaran darah.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Aku Takut Gelap Ma

Si kecil mulai mengungkapkan rasa takutnya terhadap beberapa hal, salah satunya takut gelap saat menjelang tidur. Begitu lampu kamar dipadamkan, sontak anak langsung berkata, “Aku takut Maa….” Takut di sini bisa karena banyak hal, dari takut ditinggal tidur duluan oleh kita, takut gelap, takut mimpi buruk, dan lainnya.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman

Kadang tanpa sadar, kita meremehkan rasa takut anak. Padahal, bagi anak, rasa takut itu begitu nyata. Belum lagi, adakalanya kita menggunakan rasa takut anak sebagai ancaman jika ia berperilaku buruk, “Hiiii… kalau Kakak enggak mau tidur sekarang, nanti monsternya datang beneran, lo!” Jangan lakukan itu ya, karena anak percaya hal itu benar-benar terjadi. Anak prasekolah memang masih belum bisa membedakan antara kenyataan dan fantasi. Apa yang ia pikir dan bayangkan, ia menganggap hal itu bisa dan mungkin terjadi. Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

Sudah menjadi tugas kita untuk membantunya menghadapi rasa takutnya dengan cara-cara praktis. Misal, jika ia takut gelap, katakan bahwa ia bisa mengandalkan lampu tidur agar di kamar tetap ada cahaya. Peluk anak dan bilang kalau ia dapat memanggil dan membangunkan kita sewaktu-waktu saat ia merasa takut. “Ssst, Mama ada di sini, Kak. Yuk, Mama peluk,” cobalah berkata demikian. Kemudian, peluk anak sambil mengusap punggungnya hingga ia merasa aman dan nyaman untuk tidur kembali. Perlahan, anak juga belajar mengatasi rasa takutnya itu.

Ikut Arisan Agar Tak Capekngutang

Apa yang ada dalam bayangan kita saat membicarakan arisan? Kumpul-kumpul, menikmati hidangan, lalu ngocok arisan. Saat ada nama yang keluar, anggota itulah yang dapat uangnya. Begitu bukan? Nah, sekarang ada arisan modern yang dinamakan Arisan Mapan. Pada prinsipnya Arisan Mapan tak berbeda jauh dari arisan konvensional, hanya saja yang “dikocok” bukanlah uang, namun barang. Barangnya pun bisa disesuaikan dengan keinginan masing-masing anggota, dari kulkas, teve, handphone, alat masak, dan sebagainya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Perlukah Bertenggang Rasa?

“Yang dimaksud tenggang rasa atau toleransi di sini bukan saat mereka lalai ataupun se ngaja tidak mengerjakan tugas-tugas dan kewajibannya. Tole ransi dan kesempurnaan harus tetap diseimbangkan, karena biar bagaimanapun ada hubung an kerja yang kita bina secara objektif dengan para peng asuh. Hubungan yang terlalu emosional dapat membuat kita ‘kesal’ tetapi tidak dapat berbuat apa-apa untuk memperbaiki keadaaan.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Mereka pun tidak nyaman dan menilai kita terlalu cerewet, sehingga jadi bekerja seenak nya.” Hal lain yang kerap membuat kita khawatir adalah saat hari raya tiba. Kekhawatiran para pengasuh dan asisten rumah tangga tak kembali bekerja menjadi masalah lagi. Yang lebih bikin pusing, menjelang hari raya para pengasuh sudah ingin pulang kampung, padahal kita belum mengambil cuti. Della pun mengakui cukup sulit meng atur waktu pengasuh/ asisten rumah tangga untuk tidak pulang kampung. Karena itulah, tawar menawar perlu dilakukan.

Tak hanya dengan para pengasuh dan asisten rumah tangga, tapi juga dengan semua pihak yang mendorong mereka untuk pulang, seperti orangtua, teman-teman sekampung, serta ritual-ritual adatnya. Berempati dan berkompromilah sejak awal, dengan tidak semata-mata melihat kebutuhan kita, namun juga mencari tahu alasan mereka merasa harus pulang. “Pengalaman pribadi saya, kita dapat ‘menahan’ pengasuh untuk tidak cuti karena pendekatan hati ke hati. Ceritakan yang menjadi keberatan utama dan semendesak apa mereka kita butuhkan.

Memang sulit ketika tidak ada hal yang benar-benar mendesak karena mereka akan melihat dari ‘kacamatanya’. Apakah betul kita tidak dapat mendampingi bayi, contoh harus keluar kota, bekerja lembur, dan lainnya. Membujuk dengan nada berharap namun tetap menghargai, serta memberi insentif ekstra dan kemudahan saat nanti mereka pulang kampung, terkadang menjadi cara jitu untuk menahan mereka. Bisa juga dengan mengompensasikan waktu lebih lama berada di kampung untuk menggantikan injury time mere ka yang tertahan tidak pulang pada waktu yang mereka ingini,” cerita Della.

Categories
Parenting

Siapkan Langkah Pertama Si Kecil

Dengan kata lain, berjalan adalah keterampilan tersendiri untuk anak. Cathy Sharon, artis yang juga brand ambassador Fisher Price mengatakan, ”Berjalan tidak sesederhana memindahkan kaki. Anak harus mampu menjaga keseimbangan. Pada waktu itu juga anak harus memindahkan titik berat badannya dari satu kaki ke kaki yang lain dengan tanpa terjatuh.

Baca juga : tes toefl Jakarta

 Ini tidak merupakan hal yang mudah dan karena itu secara umum anak perlu waktu selama satu tahun untuk belajar. Makanya, alat bantu jalan dapat membantu anak menjaga keseimbangannya.” Cathy memilih Musical Lion Walker dari Fisher-Price untuk membantu putra nya berjalan.

Tan Shu Mei, Senior Brand Manager Infant & PreSchool-Mattel South East Asia me ngatakan, Musical Lion Walker tidak sekadar alat bantu, tapi juga memberikan stimulasi bagi perkembangan anak dalam tiga pilar utama, yaitu fisik, kognitif, dan sosialemosi. Karena di alat ini, anak juga dapat mendengarkan musik dan bermain.

Menekan Nyeri Lewat Interventional Pain Management

Tiap manusia tentu saja pernah mengalami rasa nyeri, baik yang terasa ringan ataupun berat. Faktanya, nyeri adalah keluhan tersering tiap seseorang yang datang berobat ke dokter. Berdasarkan International Association for the Study of Pain (IASP), nyeri merupakan pengalaman sensoris dan emosi yang tidak menyenangkan, dan kemungkinan disebabkan oleh kerusakan jaringan. Karena itu, penanganan nyeri bersifat kompleks dan memerlukan peme riksaan saksama.

Penilaian dan pengelolaan nyeri yang tidak mumpuni dapat berujung pada nyeri yang tidak kunjung sembuh. Karena itulah, semua pasien yang pernah mengalami trauma berat atau menjalani pembedahan dibutuhkan penanganan nyeri yang tepat. Jika tidak, nyeri dapat menimbulkan respons stres metabolik (MSR) yang memengaruhi semua sistem di tubuh dan memperberat kondisi pasien. “Derajat nyeri biasanya bersifat individual dan sangat dipengaruhi dari beberapa faktor : genetik, latar belakang kultural, umur, dan jenis kelamin.

Terlepas dari itu, nyeri dapat menimbulkan gangguan tidur, penurunan pro duktivitas, tingginya angka bolos kerja, ketidakmampuan beraktivitas, hingga ketergantungan pada orang lain. Secara psikologis, nyeri berke pan jangan dapat memicu hadirnya depresi, kemarahan, dan ansietas; serta dapat mencetuskan kecanduan obat pereda nyeri,” demikian dikatakan oleh dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS pada pembukaan Jakarta Pain & Spine Center (JPSC), beberapa waktu lalu di Jakarta.

Sumber : pascal-edu.com