Categories
News

Peluang Angkutan Kapal – Untung Besar Dari Angkut CPO Part 2

Peluang Angkutan Kapal – Untung Besar Dari Angkut CPO Part 2

Setiap set kapal dioperasikan oleh kru sebanyak 15 orang. Bagi Fendi, cara mengelola sumber daya manusia menjadi salah satu kunci sukses bisnis pelayaran. “Ketika bersandar, kapal adalah milik kita. Tapi ketika berlayar, kapal adalah milik kru kapal. Hal itu mengharuskan kita tepat memilih kru, serta memperlakukan mereka secara baik dan benar,” tutur Fendi. Lantas, bagaimana cara Fendi mendapatkan dana untuk usaha Untuk kepemilikan kapal, dibantu oleh Bank Danamon. Ada sekitar 10 unit kapal yang dibiayai oleh Bank Danamon.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Ia mendapatkan bantuan pinjaman dana tersebut pada 2008. Menurutnya, pelayanan dari Bank Danamon memuaskan. Dari segi suku bunga dan provisinya bersaing. Proses pengajuan pinjaman juga tidak berbelit. Selain fasilitas pinjaman, Fendi juga memanfaatkan layanan online banking Bank danamon. Fasilitas tersebut mempermudah melakukan pengecekan aliran dana. “Aliran dana di bidang perkapalan itu cepat dan besar. Jadi fasilitas online banking sangat dibutuhkan,” imbuhnya. Memang, saat ini bisnis yang tengah dilakoninya tengah bersinar terang.

Terlebih lagi sejak adanya kebijakan pemerintah tentang penggunaan bahan bakar biodiesel dengan memanfaatkan CPO telah terbukti menumbuhkan gairah bisnis CPO. Secara tidak langsung, Fendi turut menikmati kebijakan tersebut. “Saat ini 10% dari penggunaan bahan bakar minyak nasional disokong oleh biodisel dari CPO,” tuturnya. Tak hanya itu, berbagai perusahaan besar pun telah menjalin hubungan kerja sama dengan Fendi seperti Sinarmas, Astra, dan Bimoli. Dengan nama besar klien seperti itu, wajar jika Fendi begitu mementingkan ketepatan waktu pengiriman.

Target waktu harus dipenuhi. Sebab, keterlambatan pengiriman bisa mengakibatkan penurunan kualitas bahkan kerusakan CPO.“Saya menargetkan waktu pengiriman. Jika semua tercapai, saya juga memberikan bonus kepada mereka,” tuturnya. Puaskah Fendi Ternyata belum. Terbukti saat ini ia tengah mengembangkan usaha di bidang docking (membuat tempat perawatan kapal). Menurutnya, memiliki dock sendiri lebih efi sien dan bisa menghemat biaya. Akur, Pak !

Biaya Perawatan Kapal

Kapal harus menjalani perawatan setiap 2 tahun sekali. Biaya perawatan disesuaikan dengan ukuran kapal atau tongkang. Tongkang berukuran 4.000 ton sekali perawatan membutuhkan dana sekitar Rp600 juta. Jumlah total biaya perawatan tongkang dan tugboat sebesar Rp850 juta. Perawatan membutuhkan waktu sekitar 2 minggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *