Categories
Parenting

Perlukah Bertenggang Rasa?

“Yang dimaksud tenggang rasa atau toleransi di sini bukan saat mereka lalai ataupun se ngaja tidak mengerjakan tugas-tugas dan kewajibannya. Tole ransi dan kesempurnaan harus tetap diseimbangkan, karena biar bagaimanapun ada hubung an kerja yang kita bina secara objektif dengan para peng asuh. Hubungan yang terlalu emosional dapat membuat kita ‘kesal’ tetapi tidak dapat berbuat apa-apa untuk memperbaiki keadaaan.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Mereka pun tidak nyaman dan menilai kita terlalu cerewet, sehingga jadi bekerja seenak nya.” Hal lain yang kerap membuat kita khawatir adalah saat hari raya tiba. Kekhawatiran para pengasuh dan asisten rumah tangga tak kembali bekerja menjadi masalah lagi. Yang lebih bikin pusing, menjelang hari raya para pengasuh sudah ingin pulang kampung, padahal kita belum mengambil cuti. Della pun mengakui cukup sulit meng atur waktu pengasuh/ asisten rumah tangga untuk tidak pulang kampung. Karena itulah, tawar menawar perlu dilakukan.

Tak hanya dengan para pengasuh dan asisten rumah tangga, tapi juga dengan semua pihak yang mendorong mereka untuk pulang, seperti orangtua, teman-teman sekampung, serta ritual-ritual adatnya. Berempati dan berkompromilah sejak awal, dengan tidak semata-mata melihat kebutuhan kita, namun juga mencari tahu alasan mereka merasa harus pulang. “Pengalaman pribadi saya, kita dapat ‘menahan’ pengasuh untuk tidak cuti karena pendekatan hati ke hati. Ceritakan yang menjadi keberatan utama dan semendesak apa mereka kita butuhkan.

Memang sulit ketika tidak ada hal yang benar-benar mendesak karena mereka akan melihat dari ‘kacamatanya’. Apakah betul kita tidak dapat mendampingi bayi, contoh harus keluar kota, bekerja lembur, dan lainnya. Membujuk dengan nada berharap namun tetap menghargai, serta memberi insentif ekstra dan kemudahan saat nanti mereka pulang kampung, terkadang menjadi cara jitu untuk menahan mereka. Bisa juga dengan mengompensasikan waktu lebih lama berada di kampung untuk menggantikan injury time mere ka yang tertahan tidak pulang pada waktu yang mereka ingini,” cerita Della.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *