Categories
News

Restu Janggal Dari Marsekal Bag3

Sedangkan pimpinan rapat, yakni Didi Dipo dan Warajiman, duduk di sisi utara. Menurut peserta lain, Warajiman membuka pertemuan, lalu anggota tim pengadaan Letnan Kolonel Jon K. Ginting menjelaskan administrasi dan persyaratan tender. Setelah itu dilanjutkan penjelasan teknis radar oleh anggota tim pengadaan Letnan Kolonel Enggal Laksono dan skema pembiayaan oleh Sudharmono dari Kementerian Pertahanan.

Dari pemaparan tim disebutkan, menurut berita acara rapat, proyek ini dibiayai dengan skema pinjaman luar negeri tahun anggaran 2015-2019, termasuk pengadaan empat radar yang tendernya dibatalkan pada akhir 2015. Untuk tender baru, pengadaannya meliputi enam radar yang akan didistribusikan di Jayapura (Papua), Ploso (Jombang, Jawa Timur), Tambolaka (Nusa Tenggara Timur), Morotai (Maluku Utara), Singkawang (Kalimantan Barat), dan Sorong (Papua Barat). Panitia menerima proposal penawaran paling lambat pada 4 Oktober mendatang. Adapun harga radar dalam tender baru lebih mahal US$ 500 ribu per unit dibanding dalam tender yang batal.

Sedangkan untuk spesifkasi teknis radar ada sedikitnya 19 item. Dua di antaranya frekuensi S band dan teknologi integrasi skykeeper yang merupakan mandatory atau spesifkasi teknologi yang mutlak ada. Dari profl perusahaan yang memenuhi undangan penjelasan tender, hanya tiga yang memiliki spesifkasi frekuensi S band, yakni Thales, China Electronic Technology Corporation, dan Spettechno. Selebihnya produsen radar dengan frekuensi L band, C band, dan X band.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *